Peringatan AIDS Sedunia Mari Kenali Bahaya AIDS dan cara Pencegahannya
Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia, peringatan ini ditetapkan dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dunia terhadap wabah penyakit AIDS yang sangat berbahaya bagi tubuh.
HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Infeksi tersebut menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga sangat mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit lain. HIV/AIDS dapat ditularkan melalui beberapa cara penularan, yaitu hubungan seksual lawan jenis (heteroseksual), hubungan sejenis melalui lelaki seks dengan lelaki (LSL), penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi secara bergantian, dan penularan dari ibu ke anak dalam kandungan melalui plasenta dan kegiatan menyusui
Penyakit ini terus menunjukkan peningkatan yang signifikan meskipun berbagai pencegahan dan penanggulangan terus dilakukan. Makin tinggi mobilitas penduduk antar wilayah, meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman, serta meningkatnya penyalahgunaan NAPZA melalui jarum suntik merupakan faktor yang secara simultan memperbesar risiko dalam penyebaran HIV/AIDS. Sebelum memasuki fase AIDS, penderita terlebih dahulu dinyatakan sebagai HIV positif. Jumlah HIV positif yang ada di masyarakat dapat diketahui melalui 3 metode yaitu pada layanan Voluntary, Counseling and Testing (VCT), Sero Survey, dan Survey Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP).
Berikut merupakan jumlah kasus HIV berdasarkan berdasarkan golongan usia di Kabupaten Tabanan Tahun 2021.

Sumber: Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan Tahun 2021
Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa sebaran usia yang penderita kasus HIV adalah terjadi pada semua kelompok umur. Penderita yang terbanyak terjadi pada usia 25-49 tahun sebesar 68,8%, dan yang terendah pada usia ≤ 4 tahun sebesar 0,0% Untuk itu perlu adanya upaya promotif dan preventif pada semua kelompok usia. Peningkatan upaya pelayanan kesehatan dalam rangka penanggulangan penyakit HIV/AIDS, ditujukan pada penanganan penderita yang ditemukan, dan diarahkan pada upaya pendekatan kesehatan masyarakat secara promotif terkait cara pencegahan penyakit HIV/AIDS.
Melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS tidak hanya untuk melindungi diri sendiri, tapi melindungi orang-orang disekitar seperti keluarga, kerabat, atau pasangan. Penyakit HIV/AIDS dapat ditularkan dari orang melalui cairan tubuh. Penularan paling sering terjadi melalui hubungan seks dan berbagi jarum suntik.
Pada infeksi awal, kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit HIV/AIDS. Mereka akan menyadari ketika gejala sudah muncul. Akibatnya, risiko untuk menularkan ke orang lain semakin tinggi. Oleh karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan agar tidak terinfeksi, melalui cara berikut:
- Menggunakan Kondom Setiap Kali Berhubungan Seksual
- Saling setia terhadap pasangan, hindari berganti-ganti pasangan
- Menghindari Berbagi Jarum Suntik
- Edukasi HIV yang benar mengenai cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya, dapat membantu mencegah penularan HIV di
- Melakukan Pemeriksaan Medis
Melakukan pemeriksaan medis mengenai penyakit HIV/AIDS bisa menjadi salah satu langkah pencegahan. Pemeriksaan medis akan membantu anda untuk mengetahui infeksi penyakit HIV/AIDS lebih awal. Diagnosis sejak dini akan membantu anda melakukan penanganan dengan cepat. Alhasil, infeksi tidak akan menyebar dan merusak organ tubuh yang lainnya. Melakukan pemeriksaan medis secara rutin penting dilakukan pada mereka yang memiliki risiko terinfeksi penyakit HIV/AIDS.